Sewa Mesin Fotocopy Jakarta

Pusat Sewa Mesin Fotocopy di Jakarta, PD. INTERCOPY 0816 86 1819 / 0811 8075 799

SEJARAH PERUSAHAAN SEWA FOTOCOPY DIGITAL PD. INTERCOPY

SEJARAH PERUSAHAAN SEWA FOTOCOPY DIGITAL PD. INTERCOPY

Perusahaan memulai usaha sewa fotocopy sejak tahun 1990, Pada saat itu mesin fotocopy belum secanggih sekarang ini, Mesin fotocopy pada saat itu hanya mempunyai teknologi yang berfungsi sebagai mesin fotocopy saja atau biasa disebut juga mesin fotocopy analog.

Mesin fotocopy pada era itu hanya berfungsi sebagai mesin fotocopy saja dan tidak dapat di hubungkan ke komputer sehingga bisa berfungsi sebagai mesin printer atau berfungsi sebagai mesin scanner maupun mesin faksimile,

Untuk bagian pengumpan dokumen asli secara otomatis yang biasa disebut automatic document feeder ( ADF ) juga belum ada, Hanya menggunakan penutup biasa yang biasa disebut platen.

Untuk bagian yang dapat melakukan hasil fotocopy bolak balik secara otomatis yang biasa disebut duplexing juga belum ada, Sehingga dalam melakukan pengcopyan bolak balik harus dilakukan secara manual lewat bagian samping mesin fotocopy tersebut.

Teknologi yang ada pada saat itu dibandingkan era sebelumnya yaitu era tahun 80 an adalah mesin fotocopy sudah mencapai kecepatan hingga 50 copy per menit (cpm), Pengunaan tinta/toner cair dari era sebelumnya sudah tidak digunakan lagi pada era tahun 90 an.

Tinta/toner cair sudah digantikan oleh tinta/toner bubuk, Untuk ukuran body mesin juga tidak sebesar era sebelum dan sudah lebih ringan, sedangkan dari sisi pemanasan (warming up time) atau waktu tunggu pada saat mesin dinyalakan (power on) masih memerlukan waktu sekitar 2 menit hingga 5 menit karena masih menggunakan lampu heater pemanas yang dimasukan kedalam roll (upper roll).

Bahan dasar untuk pembuatan photo conductor (drum) sudah tidak menggunakan lagi bahan dari cadmiun (cds) tapi digantikan oleh bahan selenium (se) yang lebih ramah lingkungan (environment friendly).

Untuk bagian pembaca dokumen / platen / scanner / reader sudah bersifat fix / tetap tidak lagi moving tapi masih menggunakan kombinasi optik dan lensa dimana bagian optik untuk melakukan transfer naskah / gambar ke atas photoconductor/drum sedangkan bagian lensa untuk melakukan pembesaran / pengecilan (zoom) naskah /gambar, Sistim transfer naskah / gambar dari photoconductor / drum ke kertas masih menggunakan kawat tembaga / corona wire.

Awal tahun 2000 an hampir semua mesin fotocopy yang ada sudah dilengkapi dengan pengumpan naskah asli otomatis (AutomaticDocument Feeder / ADF) serta otomatis bolak balik hasil copy (duplexing) tetapi mesin masih belum bisa terkoneksi dengan komputer ( masih analog ).

Pengunaan ADF dan duplexing masih menghadapi banyak kendala yaitu sering terjadi kertas macet, Penyebabnya adalah pengunaan bahan kain sebagai pembawa / carrier kertas pada ADF yang menyebabkan sering terjadi kertas macet / paper jam, sedangkan penyebab kertas macet / paper jam pada duplexing yaitu kertas tidak langsung dilakukan proses bolak balik tapi ditimbun terlebih dahulu baru dilakukan pengcopyan bolak balik, proses penimbunan ini yang menyebabkan kertas tidak tersusun dengan posisi yang baik sehingga yang terjadi adalah pada saat pengambilan kertas, posisi kertas berjalan miring sehingga terjadi kertas macet.

Banyak keluhan dari konsumen atas masalah diatas maka boleh dikatakan pengunaan ADF dan duplexing pada saat itu mengalami kegagalan, Penerapan teknologi yang sukses pada era ini adalah pengunaan transfer roll yang berbahan seperti busa untuk mengantikan penggunaan wire tembaga, Pengantian roll lebih mudah dibandingkan dengan system wire, mantainance pun lebih praktis serta tidak sering terjadi masalah pada transfer gambar.

Pertengahan tahun 2000 an , teknologi mesin fotocopy mengalami perubahan yang sangat signifikan yaitu bisa terhubungnya mesin fotocopy dengan computer untuk digunakan sebagai priner dan scanner serta bisa berfungsi sebagai mesin facsimile.

Awalnya koneksi ke computer mengunakan kabel parallel port.

Karena pengunaan kabel parallel port maka mesin fotocopy belum bisa terhubung langsung ke jaringan (local area network / LAN ), untuk proses print juga agak lambat.

Pengunaan lampu scanner juga mengalami perubahan yang sangat signifikan.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah mesin fotocopy, lampu scanner sudah tidak mengunakan lampu halogen tapi mengunakan lampu fluorescent, jenis lampu ini jauh lebih tahan lama dibandingkan jenis halogen.

Sistem scan dokumen juga mengalami perubahan yang sangat besar yaitu hasil scan tidak lagi dikirm via kaca ke lensa lalu ke photoconductor tapi terlebih dahulu direkam di ccd kemudian dikirm ke reader pcb yang kemudian diteruskan ke main controller.

Sistem kerja ini sangat efisien, kalua sebelumnya untuk mengcopy satu halaman naskah sebanyak misalnya100 halaman, maka lampu scanner harus bergerak bolak-balik sebanyak 100 kali, tapi dengan sistem scanner yang diutarakan diatas lampu scanner cukup melakukan scan 1 kali saja.

Sistem ini sangat menghemat listrik dan menghemat umur lampu serta motor scanner sehingga tidak heran jika system ini terus diterapkan pada mesin fotocopy hingga hari ini.

Penambahan network card diterapkan tidak lama kemudian untuk mendukung pengunaan print atau scan secara jaringan ( local network print and scan ) dan kecepatan print juga bertambah meskipun belum ditanam langsung ke main controller (plugin)

Pada akhir tahun 2000 an perubahan yang terbesar terletak pada system pemanas yang sudah tidak lagi memakai lampu heater tapi mengunakan heater elemen dimana sudah tidak dibutuhkan lagi waktu untuk menunggu mesin fotocopy untuk ready sekitar 2 menit = 5 menit tapi langsung ready pada saat power on.

Teknologi ini juga sangat efisien selain menghemat waktu juga menghemat energi listrik, pengunaan teknologi ini juga tetap diterapkan hingga hari ini. Anda berminat sewa fotocopy untuk kebutuhan perusahaan anda? Silahkan hubungi kami PD. INTERCOPY

Category: Uncategorized

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.